Minggu, 25 September 2016

Tugas 1 : Etika Profesi Akuntansi

Nama : Nur Oktafiyani
Npm : 26213623
4EB10

1)   ETIKA
Pengertian Etika (Etimologi), datang dari bhs Yunani yaitu “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau kebiasaan rutinitas (custom). Etika umumnya terkait erat dengan pengucapan moral yang disebut arti dari bhs Latin, yakni “Mos” serta berbentuk jamaknya “Mores”, yang bermakna juga kebiasaan rutinitas atau langkah hidup seorang dengan lakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), serta hindari beberapa hal aksi yang jelek.
Menurut para ahli :
ü  DR. James J. Spillane SJ
Etika ialah mempertimbangkan atau memperhatikan tingkah laku manusia dalam mengambi suatu keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang kepada orang lain.
ü  Prof. DR. Franz Magnis Suseno
Etika merupakan suatu ilmu yang memberikan arahan, acuan dan pijakan kepada tindakan manusia.
ü   Soergarda Poerbakawatja
Etika merupakan sebuah filsafat berkaitan dengan nilai-nilai, tentang baik dan buruknya tindakan dan kesusilaan.
ü  Drs. H. Burhanudin Salam
Mengungkapkan bahwa etika ialah suatu cabang ilmu filsafat yang berbicara tentang nilai -nilai dan norma yang dapat menentukan perilaku manusia dalam kehidupannya.
ü  Drs. O.P. Simorangkir
Menjelaskan bahwa etika ialah pandangan manusia terhadap baik dan buruknya perilaku manusia.
ü  H. A. Mustafa
Mengungkapkan etika sebagai ilmu yang menyelidiki terhadap perilaku mana yang baik dan yang buruk dan juga dengan memperhatikan perbuatan manusia sejauh apa yang telah diketahui oleh akal pikiran.
2)   Prinsip-prinsip Etika
Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad keempat sebelum Masehi para pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan macam ide agung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.
a)    Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
b)   Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
c)    Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.

d)   Prinsip Keadilan
Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.
e)    Prinsip Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:
1.        kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan
2.        kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksana-kan
pilihannya tersebut
3.        kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
f)     Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.Semua prinsip yang telah diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan mengatur kehidupan manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai harus benar-benar dapat menjamin terciptanya keindahan,persamaan,kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran bagi setiap orang.
3)     Basis Teori Etika
1.    Etika Teleologi
dari kata Yunani,  telos = tujuan,  Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua aliran etika teleologi :
 - Egoisme Etis
 - Utilitarianisme
-  Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadihedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
-       Utilitarianisme
berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.
2.    Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab:‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
3.    Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
4.    Teori Keutamaan (Virtue)
memandang  sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a)      Kebijaksanaan
b)      Keadilan
c)      Suka bekerja keras
d)     Hidup yang baik
4)     EGOISME
Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah "egois". Lawan dari egoisme adalah
Egoisme adalah cara untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan umumnya memiliki pendapat untuk meningkatkan citra pribadi seseorang dan pentingnya - intelektual, fisik, sosial dan lainnya. Egoisme ini tidak memandang kepedulian terhadap orang lain maupun orang banyak pada umunya dan hanya memikirkan diri sendiri
Egois ini memiliki rasa yang luar biasa dari sentralitas dari 'Aku adalah':. Kualitas pribadi mereka Egotisme berarti menempatkan diri pada inti dunia seseorang tanpa kepedulian terhadap orang lain, termasuk yang dicintai atau dianggap sebagai "dekat," dalam lain hal kecuali yang ditetapkan oleh egois itu.
Teori eogisme atau egotisme diungkapkan oleh Friedrich Wilhelm Nietche yang merupakan pengkritik keras utilitarianisme dan juga kuat menentang teori Kemoralan Sosial. Teori egoisme berprinsip bahwa setiap orang harus bersifat keakuan, yaitu melakukan sesuatu yang bertujuan memberikan manfaat kepada diri sendiri. Selain itu, setiap perbuatan yang memberikan keuntungan merupakan perbuatan yang baik dan satu perbuatan yang buruk jika merugikan diri sendiri.
Kata "egoisme" merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin yakni ego, yang berasal dari kata Yunani kuno - yang masih digunakan dalam bahasa Yunani modern - ego (εγώ) yang berarti "diri" atau "Saya", dan-isme, digunakan untuk menunjukkan sistem kepercayaannya. Dengan demikian, istilah ini secara etimologis berhubungan sangat erat dengan egoisme filosofis.
OPINI
Pendapat saya tentang Etika: Etika merupakan suatu perbuatan/sikap pribadi seseorang dalam prilaku yang dilakukan sehari-hari maupun dalam bersikap ataupun berbuat dengan berdasarkan moral yang dimilikinya. Dan etika juga cerminan dari prilaku seseorang yang dinilai oleh orang lain apakah baik atau tidak dalam berprilaku/bersikap.etika itu sendiri di landaskan pada enam prinsip yang merupakan, yaitu prinsip keindahan contohnya dalam etika berpakaian, prinsip persamaan contohnya dalam persamaan hak antara perempuan dan laki-laki tidak ada diskriminatif. prinsip kebaikan, dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan maka seharusnya sesama manusia mempunyai etikad baik terhadap sesamanya ,prinsip keadilan untuk bertindak adil dalam masyarakat,prinsip kebebasan dengan tanggung jawab, dan kebenaran. Seseorang yang beretika seharusnya tidak bersikap egoism atau egois yang artinya menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat.
Sumber :
-          http://www.lahiya.com/pengertian-etika/
-          http://chesarioch.blogspot.co.id/2013/12/prinsip-prinsip-etika.html
-          https://joshuaig.wordpress.com/2016/01/05/basis-teori-etika-beserta-contoh-nya/
-          http://wiwiedyah.blogspot.co.id/2013/09/pengertian-etika-prinsip-prinsip-etika.html


Selasa, 26 Juli 2016

Tugas 7 (Bahasa Inggris Bisnis 2)

Making a #Vlog
Nama Kelompok :
Fikki Rizki Prima (23213451)
Hana Intan Fadhilah (23213864)
Nur Oktafiyani (26213623)

full version : https://www.youtube.com/watch?v=LFSVYuIb4c8
please like and subscribe :) 

Tugas 6 (Bahasa Inggris Bisnis 2)

Name : Nur oktafiyani
NPM : 26213623
Class : 3EB10
English Bussines 2
1.      Direct and Indirect Speech
·      Direct Speech
Direct speech or quoted speech is a sentence (or several sentences) that reports speech or thought in its original form phrased by the original speaker. It is usually enclosed in quotation marks.

·      Indirect Speech
Indirect speech is a means of expressing the content of statements,questions or other utterances, without quoting them explicitly as is done in direct speech.

·      Example of Direct and Indirect Speech:
v  Statement:
ü  D: I told Jerry, “I can fix this computer soon”
I: I told to him that I could fix this computer immediately.
ü  D: Marry told us, “I have to go now”
I: Marry told to us that she had to go then.
ü  D: John tells Anne “I will pick you up at seven o’clock tonight”
I: John told to Anne that he will pick her up at seven o’clock tonight.
ü  D: Andy says “I have had lunch with John recently”
I: Andy said to marry that he has had lunch with John recently.
ü  D: My mother says, “This flower needs to be watering frequently”
I: My mother said that this flower needs to be watering frequently.
v  Command
ü  D: She tells him, “Don’t touch me!”
I: She told to him not to touch me.
ü  D: His father asks, “Study hard!”
I: His father asked him to study hard.
ü  D: The gardener tells me “don’t step on the grass!”
I: The gardener told to me not to step on the grass.
ü  D:John tells Marry, “Hurry up!”
        I :John told to marry to hurry up.
ü  D: My mother asked me, “don’t open the gate”
        I: My mother asked me not to open the gate
v  Question
ü  D: Aria asked John, “Can you be quiet for a while?”
I: Aria asked John if he could be quiet for a while.
ü  D: I asked John, “Does you want to come with us?”
I: I told John whether he wanted to come with us.
ü  D: He asked, “Do I have a present for you in my bag?”
I: He asked me whether he had a present for me in his bag.
ü  D: He asked me, “ Why do I have to have a present for you in my bag?
I: He asked me why he had to have a present for me in his bag.
ü  D: Teacher asked me, “why you not bring the book?”
I: Teacher asked me wether I was not brought the book.

2.      Conditional Sentences
            Conditional sentences are also known as conditional clauses or if Clauses. They are used to express that the action in the main clause (without if) can only take place if a certain condition (in the clause with if) is fulfilled. There are three types of conditional sentences.
1.         Type 1
       The type 1 conditional is used to refer to the present or future where the situation is real. The type 1 conditional refers to a possible condition and its probable result. In these sentences the if clause is in the simple present, and the main clause is in the simple future.
2.         Type 2
       The type 2 conditional is used to refer to a time that is now or any time, and a situation that is unreal. These sentences are not based on fact. The type 2 conditional is used to refer to a hypothetical condition and its probable result. In type 2 conditional sentences, the if clause uses the simple past, and the main clause uses the present conditional.
3.         Type 3
       The type 3 conditional is used to refer to a time that is in the past, and a situation that is contrary to reality. The facts they are based on are the opposite of what is expressed. The type 3 conditional is used to refer to an unreal past condition and its probable past result. In type 3 conditional sentences, the if clause uses the past perfect, and the main clause uses the perfect conditional.
v  Example of Conditional Sentence :
1.         Type 1:
-          If this thing happen, that thing will happen
-          If you don’t hurry, you will miss the train
2.         Type 2:
-          If I were a butterfly, I would fly high
-          If I spoke English, I would be working in new york
3.         Type 3
-          If you had studied hader, you would have passed the exam
-          If it had rained, you would have gotten wet.


Minggu, 29 Mei 2016

Tugas 5 (Bahasa Ingggris Bisnis 2)

English Interview
Nama Kelompok :
Fikki Rizki Prima (23213451)
Nur Oktafiyani (26213623)


Sabtu, 28 Mei 2016

Tugas 4 (Bahasa Inggris Bisnis 2)

Nur Oktafiyani
26213623
3EB10
Active  and passive voice

1.       Simple Present Tense
·         A=Fira wants those books
P= Those books are wanted by Fira

·         A= They eat many foods
P= Many foods are eaten by them

·         A= He answers your questions
P= Your questions are answered by him

2.       Simple Past Tense
·         A= Fira wanted those books
P= Those books were wanted by Fira

·         A= They ate many foods
P= Many food were eaten by them

·         A= He answered your question
P= Your questions were answered by Him

3.       Simple Present Future tense
·         A= I will wait for him this night
P= He will be waited by me this night

·         A= He will visit me tomorrow
P= I will be visited by him tomorrow

·         A= My father will give me money tomorrow
P= I will be given money by my father tomorrow

4.       Simple Present Continuous Tense
·         A= Ana is reading the sciences book
P= The book is being read by Her

·         A= We sending the email
P The email is being sent by us

·         A= The cat is eating the fish
P= The fish is being eaten by The cat

5.       Simple Present Perfect Tense
·         A= I have sent the document already
P= The document has been sent already

·         A= My father has just given some money to me
P= Some money has  just been given to me

·         A= Someone has used my credit card to buy airline tickets

P= My credit card has been used to buy airline tickets

Jumat, 22 April 2016

Tugas 3 (Bahasa Inggris Bisnis 2)

Nama : Nur Oktafiyani
Kelas : 3EB10
Npm : 26213623
Father’s Love
            One day there was a girl who was beautiful and cleaver, her name is Hani .she lived with her father. But the father was idiot. Even so Hani was very love of her father. One day, when Hani and her father walked around on the road . and her look at the bag on display in a storefront, she did like very much and really want to have that bag. She just looked at the bag and smile , her father asked to Hani . “do you like it?” , “yes, I like it much. Can I have that bag pa?” The girl answered. But , her father didn’t have the money. So , he just promised to Hani to buy that bag immediately. Then Hani smiled at her Father and nodded her head.
            Hani’s Father worked so hard to buy her daughter bag and counting the money that has been collected. After all the money collected , he and his daughter went to the shop. Hani was very exited. When they arrived, they look at the bag has been purchased by another girl. Hani was very sad. She was craying and yell to that girl. “that’s mine!” hani said. The owner of the shop answer “but,sorry the bag is sold out”. Hani’s father said “that’s my daughter bag,give it back. I have the money, I want to buy it too” then he pulled that bag. The girl’s father was not received regarding the treatment of idiots and then he beat the idiots. Then hani and her father walked out from that shop and cry.
            When hani’s father worked he looked at the bag, the bag was exactly same. And for sure that bag used by that another girl. The another girl said to hani’s father “sir look at my bag, do you wanna know where the another shop sell this bag?” ,”yes,for sure.where that shop? Show to me!” hani’s father answer.
            At the moment, when they went to the shop, those another girl was sliped and she pulled out a cloth on wich there is a bricks and the bricks were hiting her head. Then the girl was dead. Hani’s father immediately panicked. But, he tried to help the girl. First ,he opened the girl’s pants in order to smooth blood circulation and give artificial respiration. When he doing that, a woman came and was very surprised to see what happened, and she immediately called the police.
            The police came and arrested him and accused him of raping and killing girl’s. Hani’s father was the taken to the police station .Hani who was in the incident continous to call her father “dad, where are you going, Im lonely” .
            Hani thinks her father was idiot, but he wasn’t a murderer .she was cleaver she always tried to sees her father in jail. Of course with someone help. Someday Hani was sick couse she miss her dad. Hani teacher went to hospital to look in Hani. Hani asked to her tacher “do you have id?” .”yes,  I have why hani?” .”then help me”. The teacher was agree.
            The teacher was shocked because hani bring her to jail. After that they met a police were in frontdesk, and asked to want saw hani’ dad. Since that day hani, always met her dad. But, one day she couldn’t see her father anymore because her father was execution. Since that accident, hani always determined to become a lawyer and free her father was innocent.

Adapted : Miracle In Cell No.7

Tugas 2 (Bahasa inggris bisnis 2)

Nama : Nur Oktafiyani
Kelas : 3EB10
Npm : 26213623
ü  Simple present tense
ü Positive
1.      I live in Bogor
2.      He is so handsome
3.      I drink milk every morning
4.      She loves singing
5.      My father is a hero
ü  Negative
1.    I don’t live in Bogor
2.    He is not so handsome
3.    I don’t drink milk every morning
4.    She doesn’t love singing
5.    My father is not a hero
ü  Introgative
1.    Do I live in Bogor?
2.    Is he so handsome?
3.    Do I drink milk every morning?
4.    Does she love singing?
5.    Is my father a hero?

ü  Simple past tense
ü Positive
1.    Rizki went to the zoo yesterday
2.    My father worked in Jakarta last year
3.    The student played football this evening
4.    I bought some fruit this morning
5.    My mother  cooked noodle this afternoon
ü Negative
1.    Rizki did not go to the zoo yesterday
2.    My father did not work in Jakarta last year
3.    The student didn’t play football this evening
4.    I didn’t buy some fruit this morning
5.    My mother didn’t cook noodle this afternoon
ü Introgative
1.    Did He go to the zoo yesterday?
2.    Did my father work in Jakarta last year?
3.    Did the student play football this evening?
4.    Did I buy some fruit this morning?
5.    Did my mother cook noodle this afternoon?
ü Future Tense
ü Positive
1.    He will make me smile
2.    It will make your heart hurt
3.    My father will buy a bike for me if  I past the exam
4.    She is going to buy clothes tomorrow
5.    He shall bring the book next day
ü Negative
1.    He will not make me smile
2.    It will not make your heart hurt
3.    My father will not buy a bike for me I if past the exam
4.    She is not going to buy clothes tomorrow
5.    He shall not bring the book next day
ü Introgative
1.    Will he make me smile?
2.    Will it make your heart hurt?
3.    Will my father buy a bike for me if I past the exam?
4.    Is she going to buy clothes tomorrow?

5.    Shall he bring the book next day?